Kembali ke Portal Berita
E-Commerce

Shopee Marketplace Horizontal: Analisis Model Bisnisnya

WARDAH DZAKIRA FITRI. R
WARDAH DZAKIRA FITRI. RKreator Mahasiswa
15 Oktober 2026
3 min read
77 views
Shopee Marketplace Horizontal: Analisis Model Bisnisnya

Mau Cari Apa Saja Ada: Bedah Cara Shopee Jadi Tempat Belanja Segalanya

Dari baju sampai peralatan dapur, semua ada di satu aplikasi. Ini analisis bisnis di balik kemudahan itu.

Butuh kaos, charger, serum wajah, sampai panci baru? Kebanyakan dari kita tidak lagi berkeliling ke banyak toko. Cukup buka satu aplikasi. Shopee adalah salah satu contoh paling dekat dari marketplace yang membuat belanja semudah itu, dan di baliknya ada model bisnis yang menarik untuk dibedah.

Kenapa disebut marketplace horizontal

Marketplace bisa dibedakan dari keluasan kategorinya. Ada yang fokus pada satu bidang saja (vertikal), ada yang menawarkan banyak bidang sekaligus (horizontal). Shopee masuk kelompok kedua: fashion dan aksesori, elektronik dan gadget, kecantikan dan perawatan diri, makanan dan minuman, hingga peralatan rumah tangga hadir dalam satu platform.

Pembeda marketplace horizontal adalah keluasan kategori, bukan sekadar banyaknya penjual.

Logika bisnisnya jelas. Semakin beragam isi etalase, semakin sering orang punya alasan untuk membuka aplikasi, dan semakin besar peluang satu pengguna membeli lebih dari satu jenis barang. Kelemahannya, kualitas dan harga sangat beragam, sehingga platform perlu perangkat lain untuk menjaga rasa aman pembeli. Soal ini dibahas di bagian kepercayaan.

Merek dan individu, berjualan di tempat yang sama

Dari sisi siapa menjual kepada siapa, Shopee memfasilitasi dua model sekaligus. Pada B2C, penjualnya perusahaan atau toko bisnis, misalnya toko resmi yang menjual produknya kepada konsumen. Pada C2C, penjualnya individu dan pembelinya individu lain, misalnya orang yang menjual barang miliknya.

Keduanya saling melengkapi. Toko resmi memberi kesan konsisten dan mudah dipercaya, sedangkan penjual individu menambah ragam produk dan membuka peluang usaha bagi siapa saja, termasuk pelaku UMKM. Platform diuntungkan dua kali: etalasenya makin ramai, dan hambatan untuk mulai berjualan makin rendah.

Dari mana uangnya datang

Pembeli biasanya tidak membayar apa pun kepada platform selain harga barang. Lalu dari mana Shopee memperoleh pendapatan? Dua sumber yang paling relevan berasal dari sisi penjual.

  • Biaya administrasi atau komisi penjualan. Biaya dikenakan atas transaksi sesuai ketentuan yang berlaku. Sifatnya ikut berhasil: platform memperoleh pendapatan ketika penjual berhasil menjual.

  • Iklan berbayar. Penjual membayar agar produknya mendapat posisi atau jangkauan promosi yang lebih baik. Semakin padat persaingan di satu kategori, semakin besar kebutuhan penjual untuk tampil menonjol.

Ada dua sisi dari model ini. Komisi membuat kepentingan platform sejalan dengan penjual, tetapi iklan berbayar berarti penjual dengan modal promosi lebih besar berpeluang lebih terlihat. Bagi penjual kecil, ini perlu diperhitungkan dalam harga. Besaran biaya dan ketentuannya bisa berubah, jadi sebaiknya dicek langsung pada kebijakan terbaru Shopee.

Ke mana dana dan pesanan bergerak

Hal yang paling menentukan rasa aman berbelanja online adalah apa yang terjadi pada uang kita setelah membayar. Alurnya kira-kira begini: pembeli memilih produk dan membayar lewat Shopee, lalu Shopee memproses pembayaran dan menahan dana untuk sementara sesuai ketentuan transaksi. Penjual menyiapkan barang dan menyerahkannya ke jasa pengiriman. Setelah pembeli menerima dan memeriksa pesanan, dana disalurkan kepada penjual sesuai ketentuan pencairan.

Inilah inti mekanismenya: uang tidak langsung berpindah ke penjual. Platform berperan sebagai pihak penengah yang memegang dana sampai pesanan selesai. Bagi pembeli, risiko tertipu menjadi jauh lebih kecil. Bagi penjual jujur, ini justru menguntungkan karena calon pembeli lebih berani memesan dari toko yang belum dikenal.

Kepercayaan itu dirakit, bukan satu fitur

Pembeli dan penjual di marketplace umumnya tidak saling kenal. Karena itu kepercayaan dibangun lewat beberapa lapisan sekaligus:

  • Rating dan ulasan membantu menilai kualitas produk dan pelayanan penjual sebelum membeli.

  • Sistem pembayaran yang aman melindungi transaksi sesuai ketentuan platform.

  • Garansi Shopee memberi perlindungan transaksi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

  • Pelacakan pesanan membuat pembeli tahu status pengiriman barangnya.

  • Layanan pengaduan dan pengembalian menangani masalah ketika pesanan tidak sesuai ketentuan.

Tidak ada satu lapisan yang cukup sendirian. Ulasan bisa dipalsukan, pelacakan tidak menjamin barang sesuai, dan perlindungan transaksi hanya berguna kalau mudah diajukan. Justru kombinasi yang konsisten itulah yang membuat orang nyaman kembali berbelanja.

Pelajaran untuk calon pebisnis digital

  • Keluasan kategori menarik orang datang, kepercayaan membuat mereka bertahan.

  • Dua jenis penjual lebih kuat daripada satu. Merek memberi kredibilitas, individu memberi variasi.

  • Pendapatan platform bergantung pada keberhasilan penjual. Karena itu platform terus mengembangkan alat promosi dan layanan pendukung.

  • Menahan dana sementara adalah pengaman paling berharga di transaksi antara orang yang tidak saling kenal.

Penutup

Shopee merupakan marketplace horizontal yang memfasilitasi transaksi B2C dan C2C. Pendapatannya antara lain berasal dari biaya penjual dan iklan berbayar, sedangkan kepercayaan dibangun melalui sistem pembayaran, ulasan, pelacakan pesanan, serta perlindungan transaksi. Di balik kemudahan “klik, bayar, tunggu paket”, ada rancangan bisnis yang menyeimbangkan kepentingan pembeli, penjual, dan platform.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: Kelompok 2

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!