Catatan jujur seorang maba tentang apa yang sebenarnya terjadi di PPKMB Prodi Bisis Digital
Menjadi mahasiswa baru itu rasanya campur aduk. Senang, penasaran, tetapi di sisi lain juga ada sedikit rasa takut. Apalagi ketika mulai mendengar cerita dari kakak tingkat tentang PPKMB atau kegiatan pengenalan kampus. Ada yang bilang bakal capek, ada yang bilang tegang, bahkan ada juga yang membuat seolah-olah PPKMB adalah sesuatu yang harus ditakuti.
Tapi setelah menjalaninya sendiri, ternyata...
“Loh, ternyata seseru ini?”
Itulah yang aku rasakan ketika menjadi mahasiswa baru Program Studi Bisnis Digital di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pasundan Bandung.
Sebagai salah satu prodi baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Bisnis Digital tentu masih terasa asing bagi sebagian orang. Aku sendiri awalnya juga belum terlalu tahu akan seperti apa kuliah di jurusan ini. Tapi justru dari situlah perjalanan sebagai maba dimulai.
Pertama Kali Tahu Kampus dan Jurusan Ini
Awalnya, aku menemukan Universitas Pasundan ketika sedang mencari rekomendasi kampus swasta di Bandung melalui Google. Dari beberapa pilihan yang muncul, Universitas Pasundan menjadi salah satu kampus yang membuatku penasaran.
Setelah mulai mencari tahu lebih jauh, aku kemudian menemukan informasi tentang Program Studi Bisnis Digital melalui Instagram Universitas Pasundan.
Jujur, waktu pertama kali melihat jurusan ini, aku langsung tertarik.
Namanya terdengar cukup kekinian dan sesuai dengan perkembangan zaman. Apalagi sekarang hampir semua hal sudah berhubungan dengan teknologi dan dunia digital. Mulai dari bisnis online, media sosial, pemasaran digital, sampai bagaimana sebuah brand bisa berkembang melalui internet.
Dari situlah muncul rasa penasaran:
“Sebenarnya kuliah di Bisnis Digital bakal belajar apa saja, ya?”
Dan akhirnya, rasa penasaran itu membawaku sampai menjadi mahasiswa baru di sini.
PPKMB Yang Awalnya OVT, Ternyata Malah Seru

Sebelum mengikuti PPKMB, aku sempat overthinking atau OVT.
Penyebabnya? Cerita dari kakak tingkat.
Ada beberapa cerita yang membuatku membayangkan PPKMB sebagai kegiatan yang menyeramkan. Dalam pikiranku, mungkin nanti bakal banyak aturan, dimarahi, suasananya tegang, dan harus selalu siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga.
Sebagai maba, tentu saja cerita seperti itu berhasil membuat panik.
Tapi ternyata setelah dijalani sendiri, kenyataannya jauh berbeda.
PPKMB memang membuat capek karena ada berbagai kegiatan yang harus diikuti, tetapi di balik itu semua justru banyak pengalaman baru yang menyenangkan. Salah satu hal yang paling membuatku terkejut adalah para kakak tingkatnya.
Friendly banget!
Yang awalnya aku kira bakal serem, ternyata justru banyak yang membantu maba. Mulai dari memberikan arahan, menjawab pertanyaan, sampai membuat suasana menjadi lebih santai.
Dari situ aku mulai sadar bahwa mungkin cerita “seram” dari kakak tingkat itu memang sengaja dibuat supaya maba punya sedikit gambaran tentang bagaimana rasanya mengikuti PPKMB. Tapi ketika benar-benar menjalaninya, ternyata tidak semenakutkan yang dibayangkan.
Keseruan yang Justru Jadi Kenangan

Salah satu hal yang membuat PPKMB berkesan adalah kesempatan untuk bertemu banyak orang baru.
Awalnya kami sama-sama belum terlalu mengenal satu sama lain. Ada yang masih malu-malu, ada yang langsung mudah berbaur, dan ada juga yang mungkin sama-sama masih OVT seperti aku. Namun, karena mengikuti kegiatan bersama, perlahan kami mulai saling mengenal. Dari yang awalnya hanya tahu nama, akhirnya mulai ngobrol, bercanda, dan saling membantu.
PPKMB juga menjadi salah satu momen pertama untuk mengenal lingkungan kampus dan Prodi Bisnis Digital secara lebih dekat. Jadi, bukan hanya sekadar datang, mengikuti kegiatan, lalu pulang. Ada banyak pengalaman kecil yang akhirnya menjadi cerita yang mungkin akan kami ingat sampai beberapa tahun ke depan.
Dan yang paling penting, dari PPKMB aku mulai merasa, “Oh, ternyata aku sudah benar-benar menjadi mahasiswa.”
Ketika Masuk Kelas dan Mulai Tahu Dunia Bisnis Digital
Setelah melewati masa PPKMB, perjalanan sebagai mahasiswa baru tentu belum selesai. Justru
di sinilah bagian yang sebenarnya dimulai: kuliah.
Saat pertama kali masuk kelas Bisnis Digital, aku mulai mendapatkan gambaran tentang apa yang sebenarnya dipelajari di jurusan ini.
Ternyata Bisnis Digital bukan hanya tentang bisa menggunakan teknologi atau aktif di media sosial.
Di dalamnya ada banyak hal yang berkaitan dengan bisnis dan perkembangan dunia digital. Kita mulai mengenal bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung bisnis, bagaimana strategi pemasaran berkembang di era digital, bagaimana sebuah bisnis bisa memanfaatkan platform digital, dan berbagai hal lain yang ternyata dekat banget dengan kehidupan sehari-hari.
Hal yang menurutku menarik adalah ketika materi yang dipelajari mulai terasa berhubungan dengan dunia nyata. Misalnya, ketika melihat sebuah brand melakukan promosi di media sosial, kita jadi mulai berpikir:
“Oh, ternyata di balik konten itu ada strategi bisnisnya.”
Dari situ aku mulai memahami bahwa dunia Bisnis Digital ternyata luas dan menarik untuk dipelajari.
Cara Mengajar Dosen? Calm dan Enjoy
Satu hal yang sebelumnya juga sempat membuatku penasaran adalah dosen.
Sebelum masuk kuliah, mungkin ada saja cerita bahwa dosen itu tegas, sulit didekati, atau bikin
mahasiswa takut ketika berada di kelas. Tapi lagi-lagi, setelah mengalami sendiri, ternyata tidak
seperti yang aku bayangkan.
Para dosen di kelas justru mengajar dengan suasana yang cukup calm dan enjoy. Materi disampaikan dengan cara yang membuat mahasiswa bisa mengikuti pembelajaran tanpa merasa terlalu tertekan. Hal ini menurutku penting banget sebagai mahasiswa baru. Karena ketika suasana kelas nyaman, kita jadi lebih berani untuk bertanya dan menyampaikan pendapat. Jadi, kalau sebelumnya ada pikiran,
“Waduh, nanti dosennya galak nggak, ya?”
Ternyata kekhawatiran itu tidak perlu dibawa terlalu jauh.
Ternyata Belajar Bisnis Digital Bisa Seseru Itu
Semakin mengikuti perkuliahan, aku semakin sadar bahwa memilih Bisnis Digital adalah sebuah pengalaman baru yang menarik. Yang membuat seru bukan hanya materi kuliahnya, tetapi juga karena kita bisa belajar bersama teman-teman yang memiliki rasa penasaran yang sama. Apalagi karena Bisnis Digital merupakan prodi baru di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan, rasanya seperti ikut menjadi bagian dari perjalanan awal berkembangnya sebuah program studi. Masih banyak hal yang ingin dipelajari dan masih banyak pengalaman yang akan datang.
Mulai dari PPKMB yang awalnya membuat OVT, bertemu kakak tingkat yang ternyata friendly, masuk ke kelas untuk pertama kalinya, sampai mulai memahami seperti apa dunia Bisnis Digital sebenarnya. Semua itu membuatku belajar satu hal:
Jangan terlalu percaya dengan rasa takut sebelum kamu mengalaminya sendiri
Karena terkadang, sesuatu yang kita pikir akan menyeramkan justru bisa menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan.
Dan untuk kalian yang mungkin sedang mempertimbangkan masuk Bisnis Digital, jangan hanya membayangkan tugas, kelas, atau dunia kerja yang serius.
Karena di balik itu semua, ada banyak hal seru yang bisa ditemukan.
Salam dari maba Bisnis Digital yang awalnya OVT, tapi akhirnya malah menikmati setiap prosesnya!

