Kembali ke Portal Berita
Teknologi

BLIBLI DAN STRATEGI BISNIS DI ERA DIGITAL

ADVENTA DEVINA MULYOSUWARNO
ADVENTA DEVINA MULYOSUWARNOKreator Mahasiswa
15 Oktober 2026
3 min read
83 views
BLIBLI DAN STRATEGI BISNIS DI ERA DIGITAL

Perkembangan teknologi membuat cara masyarakat melakukan jual beli ikut berubah. Kalau dulu orang harus datang langsung ke toko untuk membeli barang, sekarang banyak kebutuhan yang bisa dibeli lewat internet. Perubahan ini membuat e-commerce semakin banyak digunakan karena lebih praktis dan memudahkan masyarakat dalam berbelanja. Salah satu platform e-commerce yang ada di Indonesia adalah Blibli.

Blibli merupakan platform belanja online yang menyediakan berbagai macam produk dan layanan. Melalui platform ini, konsumen bisa mencari barang yang dibutuhkan, sedangkan penjual dapat memasarkan produknya kepada lebih banyak orang. Blibli juga menyediakan fasilitas untuk mendukung proses pembayaran, pengiriman, dan kegiatan promosi. Untuk mengetahui bagaimana Blibli menjalankan bisnisnya, ada beberapa hal yang perlu dibahas, mulai dari jenis marketplace, model bisnis, sumber pendapatan, alur transaksi, hingga cara membangun kepercayaan konsumen.

Jenis Marketplace Blibli

Blibli termasuk marketplace horizontal karena menyediakan berbagai jenis produk dalam satu platform. Artinya, konsumen tidak hanya bisa membeli satu jenis barang, tetapi juga dapat mencari berbagai kebutuhan lainnya tanpa harus berpindah ke platform yang berbeda.

Produk yang tersedia di Blibli cukup beragam, mulai dari barang elektronik seperti ponsel dan laptop, produk fashion dan kecantikan, perlengkapan rumah tangga, makanan, hingga tiket dan voucher. Banyaknya pilihan tersebut membuat Blibli bisa digunakan oleh konsumen dengan kebutuhan yang berbeda-beda.

Dengan demikian, Blibli dapat dikategorikan sebagai marketplace horizontal karena cakupan produk dan layanan yang ditawarkan cukup luas. Keberagaman ini juga menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan konsumen dalam satu platform.

Model Bisnis Blibli

Dalam menjalankan bisnisnya, Blibli memiliki beberapa model transaksi, yaitu Business-to-Consumer (B2C), Business-to-Business (B2B), dan Business-to-Business-to-Consumer (B2B2C). Ketiganya memiliki cara kerja yang berbeda sesuai dengan pihak yang terlibat dalam transaksi.

Model B2C merupakan transaksi antara perusahaan atau penjual dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Contohnya, ketika seseorang membeli ponsel melalui Blibli untuk digunakan sehari-hari. Melalui model ini, konsumen bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan tanpa harus datang langsung ke toko.

Selanjutnya, model B2B merupakan transaksi yang dilakukan antara satu bisnis dengan bisnis lainnya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan membeli perlengkapan kantor untuk menunjang kegiatan operasionalnya. Model ini membantu perusahaan mendapatkan barang atau kebutuhan usaha melalui layanan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Sementara itu, model B2B2C merupakan kerja sama antara bisnis dan platform untuk menjual produk kepada konsumen akhir. Dalam model ini, platform membantu penjual memasarkan produknya agar dapat menjangkau lebih banyak calon pembeli.

Dari ketiga model tersebut, dapat dilihat bahwa kegiatan bisnis Blibli tidak hanya berkaitan dengan konsumen individu, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan perusahaan dan pelaku usaha.

Sumber Pendapatan Blibli

Dalam menjalankan bisnis digital, perusahaan perlu memiliki sumber pendapatan agar kegiatan usahanya dapat terus berjalan. Berdasarkan materi yang dibahas, terdapat dua sumber pendapatan Blibli yang menjadi fokus pembahasan, yaitu komisi atau biaya layanan serta iklan dan promosi.

Sumber pendapatan pertama berasal dari komisi atau biaya layanan yang dapat dikenakan kepada penjual sesuai dengan ketentuan kerja sama yang berlaku. Besarnya biaya bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis layanan, kategori produk, dan ketentuan untuk masing-masing penjual.

Sumber pendapatan berikutnya berasal dari iklan dan promosi. Salah satu layanan yang dibahas adalah Bliklan, yang dapat digunakan penjual untuk membantu meningkatkan visibilitas produknya di platform Blibli. Dengan adanya layanan ini, produk yang dipasarkan memiliki kesempatan untuk lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli.

Kedua sumber pendapatan tersebut menunjukkan bahwa Blibli tidak hanya menyediakan tempat untuk melakukan jual beli, tetapi juga menawarkan layanan yang dapat membantu penjual memasarkan produknya. Dengan begitu, kegiatan bisnis di dalam platform tidak hanya berfokus pada transaksi, tetapi juga mencakup promosi produk.

Alur Transaksi pada Blibli

Proses transaksi di Blibli dimulai ketika konsumen mencari dan memilih produk yang ingin dibeli. Setelah menemukan barang yang sesuai, konsumen memasukkannya ke keranjang belanja, mengisi informasi yang diperlukan, lalu melanjutkan ke proses pembayaran menggunakan metode yang tersedia.

Setelah pembayaran diproses sesuai ketentuan, pesanan akan diteruskan untuk dipersiapkan. Penjual kemudian menyiapkan barang yang dipesan sebelum dikirim melalui layanan pengiriman yang digunakan. Selama proses tersebut berlangsung, konsumen dapat melihat perkembangan status pesanan melalui platform.

Setelah barang sampai, konsumen menerima pesanan dan dapat memeriksa barang yang diterima. Jika terjadi masalah, misalnya barang tidak sesuai atau terdapat kendala dalam pengiriman, konsumen dapat mengajukan penyelesaian melalui layanan yang tersedia dengan mengikuti ketentuan Blibli.

Proses penyelesaian dana kepada penjual juga mengikuti aturan transaksi yang berlaku. Dengan demikian, transaksi di Blibli melibatkan beberapa pihak, yaitu pembeli, penjual, sistem pembayaran, dan layanan pengiriman.

Setiap tahap tersebut saling berhubungan untuk memastikan proses jual beli dapat berjalan dengan baik. Karena itu, alur transaksi yang jelas dan mudah dipahami menjadi salah satu hal yang penting dalam memberikan pengalaman belanja online kepada konsumen.

Kepercayaan Konsumen dalam Transaksi Digital

Kepercayaan konsumen menjadi salah satu hal yang penting dalam bisnis e-commerce. Berbeda dengan belanja langsung di toko, konsumen yang berbelanja secara online tidak bisa selalu melihat atau memeriksa barang sebelum membelinya. Oleh karena itu, konsumen membutuhkan informasi dan layanan yang jelas agar merasa lebih yakin saat melakukan transaksi.

Salah satu hal yang dapat memengaruhi kepercayaan konsumen adalah kejelasan informasi mengenai produk dan keyakinan terhadap keaslian barang yang dijual. Informasi seperti harga, deskripsi, dan kondisi produk membantu konsumen mempertimbangkan apakah barang tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Selain itu, sistem pembayaran yang tersedia juga berpengaruh terhadap kenyamanan saat berbelanja. Konsumen membutuhkan proses pembayaran yang jelas dan dapat dipahami agar tidak merasa khawatir ketika menyelesaikan transaksi.

Pelayanan pelanggan juga memiliki peran penting, terutama ketika konsumen mengalami masalah dengan pesanan, pembayaran, atau pengiriman. Adanya layanan bantuan dapat memudahkan konsumen dalam mencari solusi ketika menghadapi kendala.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kebijakan pengembalian barang. Kebijakan ini memberikan pilihan penyelesaian bagi konsumen apabila terjadi masalah, tentunya dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku.

Informasi mengenai status pengiriman juga membantu konsumen mengetahui sampai mana proses pesanannya. Dengan informasi yang mudah dipahami, konsumen tidak perlu terus-menerus menebak apakah barangnya sudah diproses atau sedang dikirim.

Secara keseluruhan, kepercayaan konsumen dapat dibangun melalui informasi produk yang jelas, sistem pembayaran yang memadai, pelayanan pelanggan, serta kebijakan pengembalian yang mudah dipahami. Hal-hal tersebut penting karena pengalaman belanja yang baik dapat membuat konsumen merasa lebih nyaman ketika menggunakan platform e-commerce.

Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan di atas, Blibli merupakan marketplace horizontal yang menyediakan berbagai kategori produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Dalam menjalankan bisnisnya, Blibli berkaitan dengan model transaksi B2C, B2B, dan B2B2C. Sementara itu, sumber pendapatan yang dibahas dalam artikel ini meliputi komisi atau biaya layanan serta iklan dan promosi.

Selain model bisnis dan sumber pendapatan, alur transaksi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan jual beli di Blibli. Proses yang melibatkan pemesanan, pembayaran, persiapan barang, pengiriman, hingga penerimaan pesanan perlu berjalan dengan baik agar konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang nyaman.

Kepercayaan konsumen juga tidak kalah penting karena dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk berbelanja secara online. Oleh karena itu, kejelasan informasi, sistem pembayaran, pelayanan pelanggan, dan kebijakan pengembalian perlu diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan bisnis e-commerce bukan hanya bergantung pada banyaknya produk yang dijual, tetapi juga pada bagaimana platform memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: Kelompok 1 Blibli (26BDB-Model Bisnis Digital)

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!