Kembali ke Portal Berita
E-Commerce

Analisis PESTEL Shopee: Pengaruh Lingkungan Eksternal terhadap Bisnis Digital

RAISA NABILA ALIFAH
RAISA NABILA ALIFAHKreator Mahasiswa
19 Oktober 2026
3 min read
47 views
Analisis PESTEL Shopee: Pengaruh Lingkungan Eksternal terhadap Bisnis Digital

Analisis PESTEL dan SWOT Shopee: Memahami Lingkungan Eksternal dan Posisi Strategis Bisnis Digital

Pendahuluan

Shopee merupakan salah satu platform e-commerce yang berkembang di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Dalam menjalankan bisnisnya, Shopee memiliki kekuatan dan kelemahan internal, sekaligus menghadapi peluang dan ancaman dari persaingan pasar. Untuk memahami kondisi bisnis tersebut secara menyeluruh, analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi posisi dan kemampuan Shopee dalam menghadapi persaingan, sedangkan analisis PESTEL digunakan untuk mengkaji pengaruh faktor eksternal, seperti kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi, perubahan perilaku konsumen, perkembangan teknologi, isu lingkungan, dan regulasi terhadap strategi serta keberlangsungan bisnis Shopee.

Gambaran SWOT Shopee

Sebelum membahas faktor eksternal secara lebih rinci melalui analisis PESTEL, berikut disajikan gambaran singkat mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang berkaitan dengan bisnis Shopee.

WhatsApp Image 2026-10-24 at 19.54.56.jpeg

Gambaran SWOT di atas menunjukkan posisi Shopee melalui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam menjalankan bisnisnya. Untuk memahami lebih lanjut faktor-faktor eksternal yang memengaruhi peluang dan ancaman tersebut, diperlukan analisis PESTEL yang mencakup aspek politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum. Analisis ini membantu menjelaskan bagaimana perubahan lingkungan eksternal dapat memengaruhi strategi dan keberlangsungan bisnis Shopee.

Analisis PESTEL SHOPEE

1. Political (Politik)

Kebijakan pemerintah mengenai perdagangan digital dan produk impor dapat memengaruhi aktivitas marketplace. Salah satu regulasi yang relevan adalah Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Pengaruh terhadap Shopee: Perubahan kebijakan perdagangan dapat mengharuskan Shopee menyesuaikan prosedur operasional dan pengelolaan penjual. Namun, kebijakan yang mendukung digitalisasi UMKM juga dapat membuka peluang untuk memperluas pasar bagi penjual lokal.

Sumber: Kementerian Perdagangan RI.

2. Economic (Ekonomi)

Kondisi ekonomi, seperti inflasi dan daya beli masyarakat, dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam berbelanja. Bank Indonesia melaporkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,11% pada 2025.

Pengaruh terhadap Shopee: Ketika daya beli masyarakat melemah, konsumen dapat menjadi lebih selektif dan sensitif terhadap harga. Hal ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap voucher dan diskon, tetapi juga berpotensi menekan keuntungan penjual. Karena itu, Shopee perlu menyeimbangkan promosi dengan kualitas layanan.

Sumber: Bank Indonesia — Laporan Kelembagaan 2025.

3. Social (Sosial)

Perubahan gaya hidup membuat masyarakat semakin terbiasa mencari produk, membandingkan harga, dan membaca ulasan melalui platform digital. Tren media sosial juga dapat memengaruhi minat konsumen terhadap produk tertentu.

Pengaruh terhadap Shopee: Perubahan perilaku ini membuka peluang untuk menarik konsumen melalui pengalaman belanja yang praktis. Namun, konsumen juga semakin memperhatikan reputasi penjual dan kualitas produk. Karena itu, Shopee perlu menjaga kepercayaan melalui informasi produk yang jelas dan penanganan keluhan yang baik.

Sumber: BPS — Statistik E-Commerce 2024.

4. Technological (Teknologi)

Perkembangan kecerdasan buatan (AI), analisis data, dan pembayaran digital memberikan peluang bagi marketplace untuk meningkatkan efisiensi layanan. Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 10,76 miliar transaksi pada triwulan I 2025.

Pengaruh terhadap Shopee: Teknologi dapat membantu Shopee memberikan rekomendasi produk yang relevan dan mempermudah transaksi. Namun, ketergantungan pada sistem digital juga menimbulkan risiko gangguan layanan dan serangan siber. Oleh karena itu, inovasi teknologi perlu disertai penguatan keamanan sistem.

Sumber: Bank Indonesia — Laporan Kelembagaan Triwulan I 2025.

5. Environmental (Lingkungan)

Aktivitas e-commerce berkaitan dengan penggunaan kemasan untuk melindungi produk selama proses pengiriman. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2024 tercatat sekitar 34,21 juta ton dari 317 kabupaten/kota yang melaporkan data. Dari jumlah tersebut, sekitar 19,73% merupakan sampah plastik.

Pengaruh terhadap Shopee: Tingginya timbulan sampah menjadi perhatian bagi bisnis e-commerce karena kegiatan pengemasan dan pengiriman barang dapat menambah penggunaan material kemasan. Kondisi ini mendorong Shopee untuk mendukung praktik pengemasan yang lebih ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan plastik berlebihan, mengoptimalkan ukuran kemasan, serta mengedukasi penjual dan mitra logistik mengenai pengelolaan sampah. Upaya tersebut dapat membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan citra perusahaan sebagai platform digital yang memperhatikan keberlanjutan.

Sumber: https://digilib.itb.ac.id/gdl/read/229787?token=2bcfcdcccc7bf0102bff1663117cb304

6. Legal (Hukum)

Bisnis Shopee berkaitan dengan regulasi perdagangan elektronik dan pelindungan data pribadi. Salah satu landasan hukumnya adalah Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.

Pengaruh terhadap Shopee: Peraturan tersebut relevan terhadap pengelolaan data pengguna dan layanan digital. Shopee perlu memastikan pemrosesan data dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepatuhan hukum membantu mengelola risiko sekaligus menjaga kepercayaan konsumen.

Sumber: JDIH Kementerian Komunikasi dan Digital — UU Pelindungan Data Pribadi.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis SWOT dan PESTEL, Shopee memiliki kekuatan dalam jangkauan pasar yang luas, kemudahan penggunaan platform, dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas jual beli. Namun, Shopee juga menghadapi kelemahan dan ancaman, seperti persaingan antarmarketplace, ketergantungan pada promosi, serta risiko keamanan data.

Dari sisi eksternal, faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum turut memengaruhi strategi serta keberlangsungan bisnis Shopee. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi peluang untuk berkembang sekaligus tantangan yang perlu diantisipasi. Oleh karena itu, Shopee perlu mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki, memperbaiki kelemahan, serta menghadapi ancaman melalui inovasi, peningkatan kualitas layanan, dan kepatuhan terhadap regulasi agar tetap kompetitif dan berkelanjutan di pasar digital Indonesia.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: Analisis PESTEL dan SWOT pada Shopee

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!